Wanita Pemimpin Dunia Yang Namanya Jarang Dikenal

Pada tanggal 8 Maret dirayakan sebagai Hari Perempuan Internasional. Sebuah gerakan untuk memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia.

Perjuangan kaum hawa telah masuk ke dalam peran yang sangat krusial di sebuah negara. Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Kanselir Jerman Angela Markel menjadi yang terpopuler.

Ternyata, masih ada belasan perempuan lainnya memegang pemerintahan negara di dunia yang namanya mungkin jarang terdengar.

Seperti Dalia Grybauskaite, dia merupakan presiden perempuan pertama Lituania dan satu-satunya presiden yang terpilih selama dua periode.

Selain itu, Bidhya Devi Bhandari yang juga presiden perempuan pertama di Nepal.

Berikut sepak terjang beberapa perempuan yang kini menjadi kepala negara dan pemerintah di sebuah negara.

1. Dalia Grybauskaite ( Presiden Lituania)
Dalia mendapat julukan Perempuan Baja, lahir pada 1 Maret 1965 di kota terbesar di Lituania, Vilnius.

Selain mencetak prestasi sebagai presiden perempuan pertama di negara Eropa bagian timur laut, dia juga menjadi satu-satunya presiden Lituania yang menjabat selama dua periode.

Dia meraih kursi kepemimpinan pada 2009 setelah memenangkan perolehan suara 68,18 persen, mengalahkan lima kandidat lainnya. Kemudian, dia kembali menjadi presiden lagi pada 2014.

Misi Dalia adalah untuk meningkatkan kekayaan ekonomi negara tersebut. Dia berupaya untuk merangsang ekspor, memotong belanja publik, menerapkan bantuan Uni Eropa yang efisien, dan menawarkan keringanan pajak kepada usaha kecil.

Dalia telah mendorong terciptanya sanksi negara Barat terhadap Rusia dan meminta NATO untuk mempercepat pengambialn keputusan mengenai ekspansi Eropa Timur.

Selain menjadi pemimpin, dia pendukung hak komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender).

Sebelum memimpin Lituania, Dalia merupakan Komisaris Uni Eropa dan bertanggung jawab dalam bidang keuangan dan pendanaan.

Perdana Menteri Bangladesh Hasina Wajed. (AFP/Jewel Samad)
Perdana Menteri Bangladesh Hasina Wajed. (AFP/Jewel Samad)

2. Hasina Wajed (Perdana Menteri Bangladesh)
Lahir di Gipalganj pada 28 September 1947, Hasina Wajed menjadi Perdana Menteri Bangladesh pada 2009 hingga sekarang.

Dia merupakan anak sulung dari presiden pertama Bangladesh Mujibur Rahman yang dibunuh dalam sebuah kudeta berdarah pada 15 Agustus 1975.

Di tangannya, kekerasan di Bangladesh secara signifikan menurun, politik lebih demokratis, dan pemerintah mengakui kebebasan berpendapat warganya.

Hasina juga memiliki kebijakan yang memungkinkan perempuan Bangladesh untuk bersuara dalam politik dan mendukung hak anak.

Perempuan dari Dhaka itu juga berjanji untuk memberikan bantuan kepada pengungsi etnis Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar.

Hasina memberikan lahan sekitar 800 hektare di Bangladesh untuk menampung pengungsi.

Hingga kini, dia terus mengupayakan kehidupan yang lebih baik bagi penduduk Bangladesh dan membantu negara sahabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *